Jumat, 13 Juni 2014

Kau adalah harapan semu

Tuhan, apa yang harus aku lakukan ketika aku menyukai ciptaan-Mu?
Aku tidak bisa menyuarakan perasaanku. Aku hanya bisa menunggu kehadirannya yang suka-suka maunya. Aku sudah menunjukkan bahwa aku memberi harapan besar padanya. Seharusnya dia mengerti.
Tuhan, jika ini hanyalah persinggahannya dalam beberapa waktu, pisahkanlah kami dengan cara-MU.
Tuhan, jika aku benar-benar tak ada dalam targetnya, biarlah aku memendam sendiri harapan ini. Biarlah aku belajar kembali menata perasaanku. Karena aku tau, aku tidak hanya sekali terluka dalam pengharapan. Aku sudah terbiasa melewati tahap demi tahap jalan-MU.
Tuhan, dia terlalu sempurna untuk ku miliki. Seharusnya dia tak memberikan harapan ini kepadaku. Dia sudah terbiasa memberi harapan kepada setiap insan wanita. Aku terjebak dalam permainannya. Tapi aku tak mau menunjukkan kesedihan dan kekecewaan ini. Aku bisa menahan pedihku, karena aku juga ikut bermain dalam permainan ini.
 Aku kalah karena kelebihanku memang terbatas. Aku tak bisa memenanginya karena kekuranganku tak terbatas. Aku cukup tau diri untuk mendapatkannya.

Tuhan, tidak ada yang bisa ku menangkan lagidi hati ini. Aku ingin semuanya lebih jelas. Bukan sekedar permainan yang ada pemenangnya dan yang kalah. Aku ingin lepaskan semua ini dari fikiranku....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar