dear my note,
Ini coretan terakhir tentang dia. Walaupun hati ini tidak menginginkannya. Mau tak mau aku harus merubah kembali perasaan ini. Kelak aku akan belajar membuka cerita baru lagi. Semuanya akan ku ceritakan kembali disini. Di "Putri Tidur" ku...
Tuhan, mungkin ini jawaban dari segala do'a. Engkau menunjukkan semuanya disaat aku akan memulainya kembali. Tidak ada kata terlambat untuk mencegah rasa ini, aku harus bisa. Untuk kedepannya, semua akan terbiasa kembali. Aku harus bisa.
Dear my note,
Tidak ada lagi tulisan-tulisan tentangnya. Karena semua sudah berakhir. Berakhir tanpa kejelasan. Kabar yang kudapati dari temanku sendiri dan tak lain itu temannya pula. Aku memang bukan pilihannya. Dari awal aku sudah mengira, aku terjebak dalam permainannya. Pengharapan-pengharapan yang diberikannya hanyalah sebatas kata-kata. Komunikasi yang indah tak bertujuan ini telah selesai. Kabar itu tak seharusnya membuatku bersedih. Karena aku bukan sesiapamu. Seharusnya aku tak menyakiti diriku sendiri dengan kesedihan ini. Tapi perasaan ini tak sempat ku cegah, karena dia tercipta sendiri sebelum semuanya berakhir. Ya sudahlah, kenyataannya aku bukanlah pilihannya. Jika dia mengharapkanku, mana mungkin ada pilihan lain. Sekalipun yang lain bersamanya itu hanyalah persinggahannya sementara ataupun sebagai mainan baru untuknya. Dia telah bermain dalam permainan yang dia buat sendiri. Aku tidak bisa bergabung terlalu lama. Waktu yang singkat ini buatku sudah sangat cukup. Waktu 6 minggu berlalu begitu saja, tanpa ada peristiwa penting yang dapat ku ingat.
Aku memilih pergi, karena aku tau ini pilihan yang terbaik untukku dan dia. Dia tak menyakitiku, aku saja yang terlalu membahagiakan diri untuk menjalankannya.
Tuhan, ini do'aku yang lalu. Jika kau meridhoi, kami akan bersama. Jika ini tidak baik untuk kami kedepannya, pisahkanlah kami dengan cara-MU. Tunjukkan yang harus ku ketahui, dan KAU tunjukkan semua itu. Feeling tak pernah salah, dia datang dengan sendirinya memberitahu ketidakpastian ini.
Tuhan, mungkin aku sedih. Ini hanyalah sementara. Aku percaya rasa sedih ini akan hilang dengan membuka cerita baru lagi. Cerita yang akan ku tuangkan dalam blog ini. Setiap perjalanan ada rintangan, inilah rintangannya..
Tuhan, tidak akan ada lagi pertemuan yang seperti aku harapkan kemarin. Aku menanti janjinya yang singgah di istanaku. Berharap sekali bisa ku perkenalkan pangeranku pada Ibu. Ahhhh sudahlah Putri tidur..., Allah sudah mengaturnya dengan baik...
Tuhan, aku akhiri semua karena-MU.
Jika ini baik untukku, kurelakan....
Sabtu, 14 Juni 2014
Jumat, 13 Juni 2014
Kau adalah harapan semu
Tuhan, apa yang harus aku lakukan ketika aku menyukai ciptaan-Mu?
Aku tidak bisa menyuarakan perasaanku. Aku hanya bisa menunggu kehadirannya yang suka-suka maunya. Aku sudah menunjukkan bahwa aku memberi harapan besar padanya. Seharusnya dia mengerti.
Tuhan, jika ini hanyalah persinggahannya dalam beberapa waktu, pisahkanlah kami dengan cara-MU.
Tuhan, jika aku benar-benar tak ada dalam targetnya, biarlah aku memendam sendiri harapan ini. Biarlah aku belajar kembali menata perasaanku. Karena aku tau, aku tidak hanya sekali terluka dalam pengharapan. Aku sudah terbiasa melewati tahap demi tahap jalan-MU.
Tuhan, dia terlalu sempurna untuk ku miliki. Seharusnya dia tak memberikan harapan ini kepadaku. Dia sudah terbiasa memberi harapan kepada setiap insan wanita. Aku terjebak dalam permainannya. Tapi aku tak mau menunjukkan kesedihan dan kekecewaan ini. Aku bisa menahan pedihku, karena aku juga ikut bermain dalam permainan ini.
Aku kalah karena kelebihanku memang terbatas. Aku tak bisa memenanginya karena kekuranganku tak terbatas. Aku cukup tau diri untuk mendapatkannya.
Tuhan, tidak ada yang bisa ku menangkan lagidi hati ini. Aku ingin semuanya lebih jelas. Bukan sekedar permainan yang ada pemenangnya dan yang kalah. Aku ingin lepaskan semua ini dari fikiranku....
Aku tidak bisa menyuarakan perasaanku. Aku hanya bisa menunggu kehadirannya yang suka-suka maunya. Aku sudah menunjukkan bahwa aku memberi harapan besar padanya. Seharusnya dia mengerti.
Tuhan, jika ini hanyalah persinggahannya dalam beberapa waktu, pisahkanlah kami dengan cara-MU.
Tuhan, jika aku benar-benar tak ada dalam targetnya, biarlah aku memendam sendiri harapan ini. Biarlah aku belajar kembali menata perasaanku. Karena aku tau, aku tidak hanya sekali terluka dalam pengharapan. Aku sudah terbiasa melewati tahap demi tahap jalan-MU.
Tuhan, dia terlalu sempurna untuk ku miliki. Seharusnya dia tak memberikan harapan ini kepadaku. Dia sudah terbiasa memberi harapan kepada setiap insan wanita. Aku terjebak dalam permainannya. Tapi aku tak mau menunjukkan kesedihan dan kekecewaan ini. Aku bisa menahan pedihku, karena aku juga ikut bermain dalam permainan ini.
Aku kalah karena kelebihanku memang terbatas. Aku tak bisa memenanginya karena kekuranganku tak terbatas. Aku cukup tau diri untuk mendapatkannya.
Tuhan, tidak ada yang bisa ku menangkan lagidi hati ini. Aku ingin semuanya lebih jelas. Bukan sekedar permainan yang ada pemenangnya dan yang kalah. Aku ingin lepaskan semua ini dari fikiranku....
Selasa, 10 Juni 2014
Kepada Bapak Presidenku, Insya'Allah..
Tidak tau kapan pertama kali saya jatuh cinta kepada Bapak. Tepat pastinya tidak tau, kemungkinkan kurang lebih 2 tahun yang lalu sejak pertama kali kmunculannya dan gembar gembor tentang seorang pemimpin yang sederhana, pintar, merakyat dan blusukan. Sejak itu saya langsung jatuh hati pada Bapak.
Keberhasilannya pada saat memimpin Kota Solo membuat saya bermimpi untuk memiliki pemimpin seperti ini di Kota kelahiran saya, Jambi. Ya, mungkin tidak hanya satu yang seperti beliau. Hanya saja tidak atau belum terekspos media. Seharusnya bilapun ada sosok yang seperti Bapak, sudah pasti terekspos. Kemungkinan besar sangat minim pemimpin yang seperti Bapak.
Sosok yang sederhana, merakyat, transparan, bersih anti kkn, dekat dengan rakyat ke bawah, yang memajukan tempat ia berpijak, pemimpin yang full art , dan masih banyak hal lainnya yang menggambarkan tentang Bapak.
Saya sungguh jatuh cinta pada pemimpin harapan rakyat banyak. Apalagi jika saya membaca kilasan-kilasan tentang beliau. Keberhasilan beliau yang dikenal sampai ke negeri luar, dengan bukti pencapaiannya sebagai walikota terbaik nomor 3 di dunia dan salah satu Top 50 Leaders. Terlebih lagi keberhasilan Beliau dalam pencapaian target MDG's. Sebagai seorang yang berprofesi di bidang kesehatan, saya merasa bangga. Karena Program Millenium Development Goals berhasil tercapai. Mengurangi angka kematian anak, meningkatkan kesehatan Ibu dan memerangi penyakit-penyakit menular beresiko tinggi angka kematian seperti HIV AIDS dan TB Paru. Sebagai seorang perawat, saya butuh pemimpin seperti beliau.
Kepada Bapak yang saya (rakyat) cintai. Saya sungguh sedih ketika nama Bapak menjadi buruk dengan adanya berbagai pemberitaan yang tidak benar tentang Bapak. Ya, semenjak rakyat menginginkan Bapak untuk menjadi pemimpin Negeri ini, black campaign menyerang sosok Bapak. Tidak habis fikir ketika fitnah bermunculan, tak lebih lagi soal kepercayaan yang Bapak anut. Astaghfirullahal'adzim. Entah siapa yang mengatakan Bapak bukanlah seorang muslim. Bapak penganut ini dan itu, jika kelak Bapak menjadi pemimpin, maka negeri ini akan dipimpin oleh orang-orang kafir, Bapak akan menghapuskan ini itu, Bapak akan begini dan begitu. Tidak saya tegaskan tentang sgala keburukan-keburukan yang telah dilontarkan oleh orang-orang sekitar saya. Terlalu banyak fitnah yang tidak masuk di akal. Sungguh saya sedih ketika saudara-saudara sesama muslim memperburuk sesamanya. Bukankan fitnah itu juga merupakan dosa besar. Wallahu'alam. Semoga kelak Bapak dinaikkan derajatnya oleh Allah SWT. Do'a saya kepada Allah Ta'ala untuk Bapak semoga Bapak terus menjadi pemimpin yang diharapkan rakyat, terus dengan kepemimpinan yang "memanusiakan manusia", merakyat, dan berhasil mencapai semua target Bapak atas Ridha Allah Ta'ala. Terpilih atau tidaknya nanti Bapak di Pilpres 2014, saya akan tetap jatuh cinta kepada Bapak. Bagi saya Bapak adalah sosok Pemimpin yang diimpikan semua kalangan rakyat. Saya percaya kepada kekuasaan Allah, yang terbaiklah yang akan dipilih Allah untuk memimpin Negeri ini. Insya' Allah.
Ohya, bolehkah saya berharap kepada Bapak, jadi atau tidaknya Bapak sebagai presiden di Negeri ini, saya berharap Bapak terus memperhatikan kesehatan dan pendidikan rakyat. Dengan kesehatan yang baik, pendidikan yang baikpun akan didperoleh dengan baik. Dengan kesehatan serta pendidikan yang baik, maka negeri ini akan dipenuhi dengan bangsa-bangsa yang berpikir cerdas untuk negerinya.
Bapak yang saya cintai, terus perhatikan nasib kami ya, nasib Perawat di negeri ini. Sejahterakan kami juga ya Pak? :-)
Kepada Bapak yang saya cintai, kenapa hati saya terus berkata, bahwa Bapaklah yang akan menduduki kursi kepresidenan. Hati saya terus berkata, bahwa Bapak dan wakil Bapak adalah Presiden dan wakil Presiden RI untuk 2014 mendatang dan seterusnya. Aamiin Allahumma Aamiin.
dari saya,
Perawat yang bekerja di RS Swasta :-)
Keberhasilannya pada saat memimpin Kota Solo membuat saya bermimpi untuk memiliki pemimpin seperti ini di Kota kelahiran saya, Jambi. Ya, mungkin tidak hanya satu yang seperti beliau. Hanya saja tidak atau belum terekspos media. Seharusnya bilapun ada sosok yang seperti Bapak, sudah pasti terekspos. Kemungkinan besar sangat minim pemimpin yang seperti Bapak.
Sosok yang sederhana, merakyat, transparan, bersih anti kkn, dekat dengan rakyat ke bawah, yang memajukan tempat ia berpijak, pemimpin yang full art , dan masih banyak hal lainnya yang menggambarkan tentang Bapak.
Saya sungguh jatuh cinta pada pemimpin harapan rakyat banyak. Apalagi jika saya membaca kilasan-kilasan tentang beliau. Keberhasilan beliau yang dikenal sampai ke negeri luar, dengan bukti pencapaiannya sebagai walikota terbaik nomor 3 di dunia dan salah satu Top 50 Leaders. Terlebih lagi keberhasilan Beliau dalam pencapaian target MDG's. Sebagai seorang yang berprofesi di bidang kesehatan, saya merasa bangga. Karena Program Millenium Development Goals berhasil tercapai. Mengurangi angka kematian anak, meningkatkan kesehatan Ibu dan memerangi penyakit-penyakit menular beresiko tinggi angka kematian seperti HIV AIDS dan TB Paru. Sebagai seorang perawat, saya butuh pemimpin seperti beliau.
Kepada Bapak yang saya (rakyat) cintai. Saya sungguh sedih ketika nama Bapak menjadi buruk dengan adanya berbagai pemberitaan yang tidak benar tentang Bapak. Ya, semenjak rakyat menginginkan Bapak untuk menjadi pemimpin Negeri ini, black campaign menyerang sosok Bapak. Tidak habis fikir ketika fitnah bermunculan, tak lebih lagi soal kepercayaan yang Bapak anut. Astaghfirullahal'adzim. Entah siapa yang mengatakan Bapak bukanlah seorang muslim. Bapak penganut ini dan itu, jika kelak Bapak menjadi pemimpin, maka negeri ini akan dipimpin oleh orang-orang kafir, Bapak akan menghapuskan ini itu, Bapak akan begini dan begitu. Tidak saya tegaskan tentang sgala keburukan-keburukan yang telah dilontarkan oleh orang-orang sekitar saya. Terlalu banyak fitnah yang tidak masuk di akal. Sungguh saya sedih ketika saudara-saudara sesama muslim memperburuk sesamanya. Bukankan fitnah itu juga merupakan dosa besar. Wallahu'alam. Semoga kelak Bapak dinaikkan derajatnya oleh Allah SWT. Do'a saya kepada Allah Ta'ala untuk Bapak semoga Bapak terus menjadi pemimpin yang diharapkan rakyat, terus dengan kepemimpinan yang "memanusiakan manusia", merakyat, dan berhasil mencapai semua target Bapak atas Ridha Allah Ta'ala. Terpilih atau tidaknya nanti Bapak di Pilpres 2014, saya akan tetap jatuh cinta kepada Bapak. Bagi saya Bapak adalah sosok Pemimpin yang diimpikan semua kalangan rakyat. Saya percaya kepada kekuasaan Allah, yang terbaiklah yang akan dipilih Allah untuk memimpin Negeri ini. Insya' Allah.
Ohya, bolehkah saya berharap kepada Bapak, jadi atau tidaknya Bapak sebagai presiden di Negeri ini, saya berharap Bapak terus memperhatikan kesehatan dan pendidikan rakyat. Dengan kesehatan yang baik, pendidikan yang baikpun akan didperoleh dengan baik. Dengan kesehatan serta pendidikan yang baik, maka negeri ini akan dipenuhi dengan bangsa-bangsa yang berpikir cerdas untuk negerinya.
Bapak yang saya cintai, terus perhatikan nasib kami ya, nasib Perawat di negeri ini. Sejahterakan kami juga ya Pak? :-)
Kepada Bapak yang saya cintai, kenapa hati saya terus berkata, bahwa Bapaklah yang akan menduduki kursi kepresidenan. Hati saya terus berkata, bahwa Bapak dan wakil Bapak adalah Presiden dan wakil Presiden RI untuk 2014 mendatang dan seterusnya. Aamiin Allahumma Aamiin.
dari saya,
Perawat yang bekerja di RS Swasta :-)
![]() |
| Bapak Bangsa :-) |
![]() |
| Putra Jawa, I Love Him |
![]() |
| ciri khas Bapak Jokowi, baju kotak-kotak |
![]() |
| we are Rock star |
![]() |
| Insya'Allah |
![]() |
| good job Bapak |
Sabtu, 07 Juni 2014
Sakit penghapus dosa..
Ya Rabb, ku serahkan jalan hidupku pada-Mu. Ku pasrahkan takdirku pada-Mu. Ku serahkan umurku pada-Mu. Hidup matiku hanya Kau yang punya kehendak.
Sakit ini mengulang lagi, aku harus menahan sendiri. Bernafas terasa sulit, ketika menarik dan menghembuskan nafas ini aku harus menahan dada kiriku dengan keujung lima jari kananku. Apalah ini namanya, mungkin bahasa medisnya Chest Pain.
Malam ini terulang lagi. Aku hanya bisa mengeluh sedikit kepada Ibu. Setidaknya aku tidak menyembunyikan sesuatu pada Ibu. :-)
Aku tau Ibu khawatir, itu sebabnya beliau selalu marah jika aku suka mengunci pintu kamarku. Beliau khawatir terjadi sesuatu yang tiba-tiba menyerangku. Beliau selalu berfikir, aku pasti terkena penyakit jantung.
Sudah sering beliau minta aku memeriksakan diri, tapi aku selalu menolak.
Ya Rabbi, Allah penguasa Alam. Aku percaya, apapun sakit ini, ini adalah penghapus segala dosaku. Aku pasrahkan segalanya pada-Mu ya Allah. Semoga segalanya terbaik dari-Mu.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Sakit ini mengulang lagi, aku harus menahan sendiri. Bernafas terasa sulit, ketika menarik dan menghembuskan nafas ini aku harus menahan dada kiriku dengan keujung lima jari kananku. Apalah ini namanya, mungkin bahasa medisnya Chest Pain.
Malam ini terulang lagi. Aku hanya bisa mengeluh sedikit kepada Ibu. Setidaknya aku tidak menyembunyikan sesuatu pada Ibu. :-)
Aku tau Ibu khawatir, itu sebabnya beliau selalu marah jika aku suka mengunci pintu kamarku. Beliau khawatir terjadi sesuatu yang tiba-tiba menyerangku. Beliau selalu berfikir, aku pasti terkena penyakit jantung.
Sudah sering beliau minta aku memeriksakan diri, tapi aku selalu menolak.
Ya Rabbi, Allah penguasa Alam. Aku percaya, apapun sakit ini, ini adalah penghapus segala dosaku. Aku pasrahkan segalanya pada-Mu ya Allah. Semoga segalanya terbaik dari-Mu.
Aamiin Allahumma Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)
1468532973.jpg)
-1243776133.jpg)
-1601828502.jpg)
354825849.jpg)
-137970608.jpg)
1434632822.jpg)

