Sabtu, 19 Juli 2014

August, Please come.... ?

"Perempuan yang mendampingi Diky ini nanti Insya'Allah hidupnya bahagia dunia akhirat"

Kata-kata itu selalu melekat dihati ini ya Allah. Kata-kata yang pernah terucap dari bibir sang Ayah sewaktu di mobil sambil menunggu si Mas membeli nasi bungkus untuk makan siang dirumahnya. Ketika itu aku tak pernah tau tentang hubungan ini, siapa sebenarnya aku didalam kehidupanmu ini?







Aku tidak pernah bisa menolak kuasa Allah dan kehendak-NYA. Ternyata Allah memberi jalan ini agar kita bisa meneruskan perjalanan hubungan ini yang sempat dua kali terhenti kemarin. Aku tidak tau dan tidak berani untuk menerka-nerka ending kisah cinta kita sayang. Biarlah semua mengalir begitu saja dengan cara kita berdua. Kelak hasilnya kita yang akan menikmatinya.

 Perkenalan awal tahun lalu yang sempat terputus karena kesan yang tak begitu baik dimatamu, kemudian dipertemukan kembali di akhir bulan April dimana tempat aku bekerja. Kursi tunggu didepan Ruang Rontgen itulah saksi pertemuan kita.

 Siapa sangka pertemuan itu menyatukan kita kembali dalam ikatan yang tidak aku mengerti. Kita hanya sesuka hati untuk menjalankannya. Hubungan yang tidak memiliki kepastian. Aku menikmati ini juga dengan rasa keraguan. Aku hanya meniatkan didalam hati, "Kalau memang ini jodohku, pasti kami akan bersama. Semoga lelaki ini baik untuk Agamaku, rizkiku dan keturunanku". Do'a ini adalah do'a yang kupanjatkan selalu untuknya ya Rabb..

Aku kecewa, tapi untuk apa? Toh kita bukan siapa-siapa dan tidak tau untuk apa menjalani semua ini. Ya, itulah gambaran perasaanku ketika aku mendapatkan kabar yang tidak ku mengerti resikonya buat hubungan kita. Bagaimana mungkin aku harus marah pada lelaki yang belum menjadi milikku seutuhnya, disaat itu dia membuat suatu masalah. Ahhhh, sudahlah.... itu hanya kesalahpahaman. Ya, pada akhirnya aku mengerti mungkin ini hanyalah kesalahpahaman. Sempat menghilang, pergi dan tak ingin aku meneruskan permainan ini. Aku merasa semua telah berakhir.....

Aku tak bisa menolak pertemuan ini Tuhan. Ketika aku berharap semua harus berakhir, maka KAU menghendaki semua ini harus dimulai dari sini dan ditempat ini lagi. Disaat aku berniat membuka hati kembali pada yang lain, ternyata KAU menghendaki aku untuk menutupi segera hati ini. KAU perencana yang indah Tuhan. Bagaimana mungkin aku meminta lelaki ini untuk terbaring disini, dikamar ini? Sedikitpun aku tak terlintas harapan untuk merawatnya sakit. Aku hanya pernah terlintas, suatu saat kita akan bertemu lagi disini, dimana perusahaan tempatmu bekerja telah memiliki kerjasama dengan Rumah Sakit tempat aku bekerja. Ya, ternyata Allah memepertemukan kita lagi disini.

 Enam hari telah berlalu, masa perawatan telah berakhir. Takut adalah rasa pertama yang terlintas di fikiranku. Mungkinkah ini akan berakhir lagi Tuhan? Iya ataupun tidak, aku telah mempersiapkannya dengan baik. Aku telah mengatur rasa ini. Aku tidak ingin terbuai dalam perasaan ini. Aku bahagia sekali tentunya bisa merawat orang yang telah berhasil mengambil hatiku kembali. Aku semakin menumbuhkan perasaan ini dalam waktu yang begitu cepat. Aku begitu berempati dan bersemangat untuk bisa disampingmu sayang ketika kau terjatuh. Rasanya ingin kuhabiskan 24 jam waktu yang ada. Walaupun ternyata itu tidak mungkin... :-)
Aku begitu bahagia disampingmu, padahal ini akan berakhir. Cepat atau lambat mungkin semua akan selesai disini...

 Sampai pada akhirnya apa yang ku fikirkan ini hanyalah sebatas ketakutanku saja. Aku terlalu khawatir untuk semua ini. Padahal aku seharusnya bahagia telah dipertemukan Allah dengan semua ini. Keluarga yang begitu aku kagumi... dan ingin sekali aku menyayangi mereka serta bergabung didalamnya. Oh Tuhan, mimpikah aku untuk semua ini. Aku harus menahan kebahagiaan ini, aku tak ingin kehilanganmu Diky. Ternyata sampai detik ini kita masih melewati berasama....

Aku hampir tak percaya, bahwa aku mau tak mau harus mendengarkan ini semua. Kejutan darimu....

 Kau menyiapkan sepasang cincin ini untuk hubungan kita. Pengikat keseriusan hubungan ini. Tahap awal untuk kita bisa melanjutkan ke hubungan yang sesungguhnya...
 Allah, mungkinkah kami bisa bersama?
 


Mas Diky sayang, Abi nya Umi...
Semoga rencana kita di Agustus mendatang dikabulkan Allah. Semoga dipermudah, dilancarkan.... Aamiin..
 Aku hanya bisa berdo'a dan berharap padaMU ya Rabbi....







Allahumma Yassir Walaa Tu'assir...

Aku tuliskan sampai disini saja untuk kisah beberapa bulan ini. Semoga cerita bulan besok akan lebih baik ya Tuhan... ya Rabbi...

Aku mencintaimu Mas....
 Pipi,
 Abi,
 Sayangqu Diky Pranata Kusuma...




















































































































































































































Selasa, 01 Juli 2014

Jalan Allah itu baik, seperti pertemuan kita...

dear my blog..
 banyak kisah yang terlewatkan tentangnya yang tak sempat kutuangkan disini. aku terlalu bahagia semenjak kejadian beberapa waktu yang lalu. semua hanyalah kesalahpahaman yang belum sempat kutanyakan padanya. hingga akhirnya Allah menyatukan kami kembali lagi lewat ujianNYA yang diberikan untuk dia.

ya, sakit yang dia derita mempertemukan kami kembali dan menyatukan hubungan baik kami kembali. Allah memberi kesempatan padaku untuk merawatnya. Allah memberi kesempatan padaku untuk mengurusi dan memanjakanny. Perawatan dalam waktu 6 hari membuatku kembali jatuh hati dan sangat menyayanginya. disana pula Allah memberi kesempatan padaku untuk ikhlas melaluinya. disana pula Allah memberi kesempatan padaku untuk kenal lebih dekat dengan keluarganya. sepanjang perjalanan ini aku terus bersyukur dan berterimakasih pada Allah.
 kesedihan ataupun kebahagiaan yang telah Allah berikan, itu adalah ujian. seberapa sanggup aku bertahan dalam ujian itu, adalah bentuk kualitas diri yang telah Allah berikan untuk diriku.

Allah, terimakasih banyak telah menghadirkan seorang dia untuk hidupku. banyak perubahan dalam hidupku menuju ke kebaikan semenjak dia hadir. Aku ingin dekat selalu padaMU ya Rabb. Tanpa dia ataupun tidak, aku ingin terus merubah diriku ke arah kebaikan. Allah aku serahkan kepadaMU skenario hidup ini. Baik atau buruknya kebersamaan kami kelak, engkau yang punya kuasa. Aku tidak dapat mencegah pertemuan ini. sudah tak lain dia adalah lelaki baik yang mampu membawa wanita ke kebahagiaan dunia akhirat. siapapun tak ingin melepaskannya. sedangkan aku masih dalam tahap perubahan dan merasa tak pantas untuk menemani hari-harinya. aku serahkan sgalanya padaMU Rabb, aku tak mampu menolak takdir dan kuasaMU. saat ini aki jalani lewat do'a dan ikhtiar, jika kelak kami terus bersama maka bawalah kami menuju jalan SurgaMU. tapi jika kelak takdirmu kami harus berpisah, maka itulah yang terbaik.
 Ya Tuhan, saat ini dia masih tahap penyembuhan dan pengobatan. do'aku selalu menemani langkahnya. InsyaAllah aku masih bertahan untuk mendampingimu Mas. Semoga segera diberi kesembuhan. Aamiin.

Aku selalu merindukanmu syg...